Kenali Apa Itu Sleep Apnea serta Cara Mengatasinya
Hikmah Ovita | 18 November 2025 20:00
Pernah merasa sudah tidur lama tapi tetap bangun dengan tubuh lemas dan kepala berat? Bisa jadi penyebabnya sleep apnea, gangguan tidur yang sering tidak disadari, namun berdampak besar bagi kesehatan tubuh dan pikiran.
Yuk, kenali lebih dalam tentang apa itu sleep apnea, gejalanya, dan cara mengatasinya.
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang membuat seseorang berhenti bernapas sementara saat tidur. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini bisa terjadi hingga ratusan kali dalam semalam, sehingga kadar oksigen dalam darah menurun dan tubuh terbangun berulang tanpa disadari.
Akibatnya, tidur jadi tidak berkualitas dan tubuh terasa lelah meski sudah tidur lama. Sleep apnea bisa menyerang siapa saja, tapi lebih umum terjadi pada orang obesitas, perokok, dan pria berusia di atas 40 tahun.
Obstructive Sleep Apnea (OSA)
Jenis yang paling umum. Terjadi karena otot tenggorokan terlalu rileks saat tidur hingga menutup saluran napas. Biasanya ditandai dengan dengkuran keras.
Central Sleep Apnea (CSA)
Jenis ini disebabkan oleh gangguan sinyal dari otak ke otot pernapasan. Akibatnya, tubuh berhenti bernapas beberapa detik tanpa upaya apa pun untuk menarik napas.
Complex Sleep Apnea Syndrome
Kombinasi antara OSA dan CSA. Biasanya muncul pada pasien yang sudah menggunakan alat bantu napas seperti CPAP tapi masih mengalami henti napas.
Sleep apnea sering tidak disadari penderitanya, tapi beberapa tanda berikut bisa jadi sinyal penting yang perlu kamu perhatikan:
Mendengkur keras setiap malam
Sering terbangun tiba-tiba dengan rasa sesak
Tidur tidak nyenyak dan sering ke kamar mandi
Bangun pagi dengan sakit kepala atau mulut kering
Mudah lelah dan mengantuk di siang hari
Jika kamu atau pasanganmu mengalami beberapa tanda di atas, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter.
Selain itu, perhatikan juga kualitas udara di kamar tidurmu. Udara yang kotor dan lembap bisa memperburuk pernapasan, terutama bagi penderita sleep apnea. Menggunakan alat seperti Levoit Core 300s Smart Air Purifier, yang mampu menyaring 99,97% debu, polutan, alergen, dan senyawa VOC berbahaya, bisa membantu udara di kamar tetap bersih sehingga tidur terasa lebih lega dan nyaman.
Penanganan sleep apnea tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Namun, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk membantu menguranginya:
Tidur menyamping, bukan telentang, agar saluran napas tidak tertutup.
Menurunkan berat badan jika berlebih, karena lemak di area leher dapat mempersempit saluran napas.
Hindari alkohol, rokok, dan obat penenang sebelum tidur karena bisa membuat otot tenggorokan terlalu rileks.
Jaga kebersihan udara dan ventilasi kamar tidur agar pernapasan tetap lancar sepanjang malam.
Untuk kasus berat, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) agar saluran napas tetap terbuka.
Tidur yang berkualitas bukan soal berapa lama kamu tidur, tapi seberapa baik tubuhmu bernapas saat beristirahat. Dengan mengenali gejalanya lebih awal dan menjaga lingkungan tidur tetap bersih, termasuk dengan bantuan air purifier seperti Levoit Core 300s, kamu bisa membantu tubuh bernapas lebih lega dan mendapatkan tidur yang berkualitas.
Heboh! Bekasi Diguyur Hujan Debu Hitam, Dari Manakah Asalnya?
Ancaman Mikroplastik di Depan Mata! Berikut 5 Bahaya yang Perlu Kamu Ketahui
Dinkes DKI Catat 1,9 Juta Kasus ISPA, Situasi Makin Mengkhawatirkan
Apa Itu Mikroplastik dan Mengapa Bisa Turun Bersama Air Hujan
Kasus ISPA di Jakarta Tembus 1,9 Juta, Ini Alasan Kenapa Balita Paling Berisiko!