5 Penyebab Asma yang Paling Sering
Hikmah Ovita | 28 October 2025 20:00
Asma adalah salah satu penyakit pernapasan kronis yang dialami jutaan orang di seluruh dunia. Menurut World Health Organization (WHO, 2025), setidaknya ada 262 juta penderita asma dengan angka kematian mencapai lebih dari 450 ribu kasus setiap tahun. Penyakit ini ditandai dengan penyempitan saluran napas yang menimbulkan gejala sesak, batuk, dan napas berbunyi.
Meskipun asma tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, penderita bisa mengelola gejalanya dengan mengenali faktor pemicu. Berikut adalah lima penyebab asma yang paling sering terjadi.
Polusi udara menjadi salah satu pemicu utama kambuhnya asma. Partikel debu, asap kendaraan, asap rokok, hingga polutan halus (PM2.5) dapat mengiritasi saluran pernapasan. American Lung Association (2025) menegaskan bahwa penderita asma yang tinggal di kota besar dengan polusi tinggi lebih sering mengalami serangan dibandingkan mereka yang tinggal di daerah dengan udara bersih.
Debu rumah, tungau, bulu hewan peliharaan, hingga serbuk sari bisa memicu alergi yang memperburuk asma. Data dari Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA, 2025) menunjukkan bahwa hampir 60% penderita asma juga memiliki riwayat alergi. Inilah mengapa menjaga kebersihan rumah menjadi sangat penting.
Flu, pilek, dan infeksi pernapasan lain sering memperburuk gejala asma. Centers for Disease Control and Prevention (CDC, 2025) melaporkan bahwa anak-anak dengan asma lebih rentan terkena komplikasi serius ketika terinfeksi virus influenza atau RSV.
Perubahan cuaca mendadak, udara dingin, hingga olahraga berat juga bisa memicu serangan asma. Menurut penelitian di Journal of Asthma (2024), sekitar 30% penderita asma mengalami gejala saat beraktivitas fisik intens, kondisi ini dikenal sebagai exercise-induced asthma.
Bukan hanya faktor fisik, stres juga dapat memicu kambuhnya asma. Saat seseorang cemas atau panik, tubuh melepaskan hormon yang mempersempit saluran pernapasan. Studi dari The Lancet Respiratory Medicine (2025) menegaskan adanya keterkaitan antara gangguan kecemasan dengan frekuensi serangan asma.
Menghindari semua pemicu asma mungkin sulit dilakukan, apalagi jika kamu tinggal di kota dengan tingkat polusi tinggi. Namun, ada langkah sederhana yang bisa membantu, yaitu menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Salah satu cara efektif adalah menggunakan Levoit Core 300s, air purifier dengan True HEPA Filter yang mampu menyaring hingga 99,97% partikel halus seperti debu, asap, alergen, dan polutan berbahaya. Dengan udara yang lebih bersih, risiko kambuhnya gejala asma bisa berkurang, sehingga pernapasan terasa lebih lega.
Jadi, jangan biarkan asma mengganggu aktivitas sehari-hari. Gunakan Levoit Core 300s untuk membantu mengurangi gejala asma di rumah. Dengan udara lebih bersih dan sehat, hidup pun jadi lebih nyaman.
Heboh! Bekasi Diguyur Hujan Debu Hitam, Dari Manakah Asalnya?
Ancaman Mikroplastik di Depan Mata! Berikut 5 Bahaya yang Perlu Kamu Ketahui
Dinkes DKI Catat 1,9 Juta Kasus ISPA, Situasi Makin Mengkhawatirkan
Apa Itu Mikroplastik dan Mengapa Bisa Turun Bersama Air Hujan
Kasus ISPA di Jakarta Tembus 1,9 Juta, Ini Alasan Kenapa Balita Paling Berisiko!